Menolak Sunyi di Masa Senja: Catatan dari Ruang Nostalgia UPT Budhi Dharma
Di tengah ritme kota yang kian lekas, ruang perjumpaan hangat hadir di UPT RPSLUT Budhi Dharma Yogyakarta. Merajut memori dan membasuh sepi para lansia.
Refleksi mendalam seputar momentum pawai kemerdekaan: merayakan capaian ruang bersama sekaligus menimbang pekerjaan rumah nyata dalam pemenuhan hak aksesibilitas kawan-kawan disabilitas di ruang publik.
Di tengah ritme kota yang kian lekas, ruang perjumpaan hangat hadir di UPT RPSLUT Budhi Dharma Yogyakarta. Merajut memori dan membasuh sepi para lansia.
Melihat dinamika aksi mahasiswa di Gejayan dari kacamata pedagogi kritis. Bagaimana ruang publik bertransformasi menjadi laboratorium literasi kewargaan.
Imajinasi menjadi mata di tengah atmosfer riuh Maguwoharjo. Program Teman Bisik bersama suporter PSS Sleman mendeskripsikan setiap detil laga bagi suporter netra.
Kolaborasi akar rumput Sadar Belajar dan komunitas Garis Keras PSS. Membuka tribun ramah disabilitas, merayakan sepakbola untuk kesetaraan semua.
Kebersamaan hangat anak-anak difabel dan suporter di tribun sepakbola dalam kegiatan Sport for Unity yang meruntuhkan sekat perbedaan.
Mengenal guiding block, celah peron kereta, dan pintu otomatis tiket stasiun. Praktik lapangan navigasi mandiri transportasi publik antarkota.
Bergandengan tangan dengan pemain profesional melangkah memasuki stadion. Menumbuhkan kebanggaan dan percaya diri anak-anak di panggung olahraga.
Rabaan jemari pada titik timbul kian tangkas. Melalui pendekatan bermain dan apresiasi personal, membaca Braille menjadi petualangan rasa ingin tahu yang seru.
Mengenalkan bentuk sel dan pola huruf Braille dasar dengan media taktil yang menyenangkan bagi anak difabel netra tahap awal.
Ruang apresiasi tulus bagi para ibu dan orang tua pendamping anak-anak disabilitas. Merayakan cinta, ketangguhan, dan perjalanan bertumbuh bersama.